Rabu, 04 Juni 2008

Kelas 8 (Bab 11)

Bab 11

Menambahkan dan Memformat Grafik

MENAMPILKAN DATA DENGAN GRAFIK

Berbagai Tipe Grafik

Sebelum membuat grafik, terlebih dahulu kita harus mengatur data-data pada posisi yang sesuai dengan tipe grafik yang digunakan. Berikut ini adalah beberapa tipe grafik dan pengaturan posisi data yang dapat dipilih.

Grafik Tipe Kolom

Tipe kolom digunakan untuk menampilkan perbandingkan data berdasarkan kategori. Tipe kolom dapat menggunakan banyak seri data. Jika kita menggunakan tipe kolom, maka kita harus menyusun data.

Grafik Tipe Garis

Tipe garis digunakan untuk menampilkan kecenderungan data dari waktu ke waktu. Tipe garis dapat mengguanakan banyak seri data. Jika kita menggunakan tipe, kita harus menyusun data, sama seperti susunan data untuk tipe kolom.

Grafik tipe Pie

Grafik tipe pie digunakan untuk menampilkan besar kontribusi sebuah nilai data terhadap nilai total. Grafik tipe pie hanya dapat menggunakan satu seri data, sehingga kita hanya dapat menggunakan satu kolom atau satu baris data.

Untuk tipe grafik yang lain, dapat dilihat langsung pada saat bekerja dengan Excel.

Bagian-bagian Grafik

Seacara umum, sebuah grafik terdiri dari bagian-bagian yang terdapat di bawah ini.

c Judul grafik

c Area grafik

c Area plot garis grid

c Sumbu nilai (sumbu Y)

c Sumbu nilai (sumbu X)

c Judul sumbu nilai

c Judul sumbu kategori

c Sari data

c Label data

c Legend

c Nilai (X)

c Nilai (Y)

Sebuah bagian grafik ditampilkan atau tidak, tergantung pada pengaturan yang kita lakukan saat membuat grafik tersebut.

-----------------------------------------------------------

MEMBUAT GRAFIK

Untuk membuat sebuah grafik kita harus membuat data terlebih dahulu, dengan data tersebut, kita dapat membuat sebuah grafik.

Memilih Data Grafik

1. Siapkanlah data yang ingin dimasukkan ke dalam grafik. Pilihlah data tersebut dengan cara membloknya. Hanya data yang ingin ditampilkan di grafik saya yang kita blok.

2. Dari menu insert klik Chart atau klik tombol Chart Wizard dari toolbar Standard. Kotak dialog Chart Wizard akan ditampilkan.

Memilih Tipe Grafik

Langkah-langkah untuk memilih tipe dan subtipe grafik adalah sebagai berikut.

1. Pada kotak dialog Chart Wizard, pilihlah tipe dan subtipe grafik.

2. Klik tombol Next. Kotak dialog Chart Wizard akan menampilkan langkah selanjutnya.

Mengatur Seri Data

Di kotak dialog yang muncul, di bagian Data Range, kita dapat melihat tampilan grafik dan selang data yan gsudah kita pilih. Selanjutnya, kita perlu memilih data yang digunakan untuk sumbu X. Langkah-langkah untuk mengatur seri data adalah sebagai berikut.

1. Klik tab Series

2. Untuk memilih selang data yang digunakan untuk sumbu X, klik tombol di samping kotak teks Category (X) axis labels.

3. Pilihlah data untuk sumbu X, misalnya data di B... sampai dengan B...

4. Klik kembali tombol di kotak teks Category (X) axis labels. Kotak dialog Chart Wizard akan kembali ditampilkan.

5. Klik tombol Next. Kotak dialog Chart Wizard akan ditampilkan.

Mengatur Judul Grafik dan Label Sumbu

Agar mudah dibaca, grafik yang dibuat harus mempunyai keterangan berupa judul grafik, label untuk sumbu X dan sumbu Y. Dengan demikian, orang yang membaca grafik akan mengerti data apa yang ditampilkan dan nilai apa yang ditampilkan pada sumbu X dan sumbu Y. Untuk memasukkan judul grafik dan label sumbu, kita dapat mengkuti langkah-langkah berikut ini.

1. Pada kotak isian Chart title, ketiklah judul grafik.

2. Pada kotak isian Category (X) axis, ketilkah label untuk sumbu X.

3. Pada kotak isian Category (Y) axis, ketiklah label untuk sumbu Y.

4. Klik tombol Next. Kotak dialog Chart Wizard untuk lankah selanjutnya akan ditampilkan.

Menentukan Lokasi Grafik

Pada kotak dialog Chart Wizard selanjutnya kita diminta untuki menentukan di mana lokasi grafik yang sedang dibuat akan ditempatkan. Kit dapat menempatkan grafik tersebut di sebuah lembaran kerja baru dengan cara memilih As nwe sheet dan menentukan nama lembaran kerja tersebut dengan cara mengisi kotak isian yang tersedia. Atau, kita dapat menempatkan grafik di lembaran kerja yang ada dengan cara memilih As object in dan memilih lembaran kerja yang ada pada kotak pilihan yang tersedia.

Kita akan menempatkan grafik di lembaran kerja yang sama dengan data yang digunakan, yaitu di lembaran kerja Sheet 1.

Karena itu, plihlah As object in, dan pilihlah lembaran kerja Sheet1. kemudian klik tombol Finish. Sebuah grafik akan ditampilkan di lembaran kerja Sheet1.

Mengatur Letak Grafik

Memindahkan grafik di lembaran kerja dapat dilakukan dengan langkah-langkah berikut ini.

1. Letakkan mouse di atas grafik yang akan dipindahkan

2. Tekan dan tahan mouse

3. Geser grafik tersebut ke tempat yang diinginkan

4. Lepaskan mouse bila posisi yang diinginkan sudah dipenuhi

Mengatur Tampilan Grafik

Langkah-langkah untuk melakukannya adalah sebagai berikut.

1. Untuk mengatur ukuran seluruh huruf yang terdapat di grafik, klik grafik tersebut, kemudian pilihlah ukuran huruf di toolbar.

2. Untuk memperkecil huruf judul, klik judul tersebut, kemudian pilihlah ukuran huruf yang sesuai, misalnya 10.

3. Untuk mengatur ukuran huruf daftar seri, klik daftar seri tersebut, kemudian pilih ukuran huruf yang sesuai.

4. Untuk mengatur area grafik, klik area grafik tersebut, kemudian tariklah batas grafik untuk memperkeil atau memperbesar area grafik tersebut.

5. Untuk mengatur letak legend, kita dapat memindahkannya dari satu posisi ke posisi lain.

6. Untuk memindahkan letak area plot, kita dapat memindahkannya dari satu posisi ke posisi yang lain.

7. Lakukanlah langkah di atas sampai tampilan grafik sesuai dengan yang diinginkan.

MEMFORMAT GRAFIK

Memformat Area Grafik

Berikut ini akan ditunjukkan langkah-langkah untuk memformat area grafik.

1. Klik kanan di area grafik yang ingin diformat, dalam hal ini area grafik (Chart Area). Pada menu yang muncul, klik Format Chart Area. Kotak dialog Format Chart Ara akan ditampilkan

2. Pada kotak di bagian Border, kita dapat menentukan bentuk, warna, dan ketebalan garis pembatask area grafik.

3. Berilah tanda cek kotak cek Shadow untuk memberi efek bayangan pada batas area grafik.

4. Berilah tanda cek pada Round corners untuk memberi efek lingkaran pada sudut area grafik.

5. Pada bagian Area, kita dapat menentukan warna area grafik.

6. Untuk memilih efek warna area grafik, klik tombol Fill Effects. Kotak dialog Fill Effects akan ditampilkan

7. Kita dapat memilih efek warna area grafik berupa Gradient, Texture, Patterns, dan Picture. Sebagai contoh, kita memiilh Gradient.

8. Pada pilihan Colors, pilihlah Two colors, kemudian pilihlah dua warna berbeda yang disukai.

9. Pada pilihan Shading styles, pilih Horiontal dan tentukan pilihan Variantsnya

10. Klik tombol OK. Kotak dialog Format Chart Ara akan kembali ditampilkan.

11. Klik tombol OK. Area grafik akan ditampilkan sesuain dengan pilihan yang dibuat.

Memformat Huruf Teks pada Area Grafik

Langkah-langkah untuk melakukannya adalah sebagai berikut.

1. Klik kanan pada area grafik

2. Pada menu yang muncul, klik Format Chart Area. Kotak dialog Format Chart Area akan ditampilkan.

3. Klik tab Font.

4. Pilihlah jenis dan ukuran huruf yang diinginkan.

5. Klik tombol OK.

Mengedit Teks Judul Grafik

Langkah-langkahnya berikut ini.

1. Klik judul grafik untuk memilihnya. Batas daerah judul grafik akan terlihat.

2. Klik judul grafik sekali lagi. Kursor akan ditempatkan pada teks judul tersebut.

3. Lakukan pengeditan pada judul grafik tersebut.

4. Jika pengeditan sudah selesai, klik di sembarang tempat di luar daerah judul grafik

Mengatur Skala Sumbu

Kita dapat mengikuti langkah-langkah berikut.

1. Klik kanan pada sumbu nilai. Pada menu yang muncul, klik Format Axis. Kotak dialog Format Axis akan ditampilkan.

2. Klik tab Scale.

3. Isikan nilai untuk Minimum, Mazimum, Major unit, Minor unit, dan Crosses at.

4. Klik tombol OK.

5. Aturlah ketebalan dan ukuran huruf di judul grafik dan label sumbu.

Memberi Label Data

Agar grafik menunjukkan secara jelas berapa nilai datanya, kita dapat menambahkan label data pada grafik. Langkah – langkahnya adalah.

1. Klik seri data grafik untuk memilihnya.

2. Dari menu Format, klik Selected Data Labels. Kotak dialog Format Data Series akan ditampilkan.

3. Klik tab Data Labels.

4. Klik di kotak cek Value.

5. Klik tombol OK. Label data pada seri data grafik yang dipilih akan ditambakan.

6. Klik seri data grafik yang lain untuk memilihnya.

7. Lakukan hal yang sama untuk memberi label data.

Minggu, 01 Juni 2008

Kelas 8 (Bab 10)

BAB 10 .MENGURUTKAN DATA.
=========================
Mengurutkan data di Excel dilakukan dengan menjalankan perintah Sort.
Ada dua jenis pengurutan yang dapat dipilih sesuai dengan yang kita inginkan:
1. Urutan naik (Ascending)
Pilihan Ascending akan menghasilkan data yang berurutan dari nilai yang terkecil
sampai nilai terbesar. Bila data yang diurutkan berbentuk teks, data akan
diurutkan dari abjad A sampai Z.
2. Ururan turun (Descending)
Pilihan Descending akan menghasilkan data yang berurutan dari nilai terbesar
sampai nilai terkecil. Bila data yang diurutkan berbentuk teks, data akan
diurutkan dari abjad Z sampai A.

Mengurutkan Data dengan Satu Kolom Acuan
Mengurutkan Data dengan Satu Kolom Acuan dapat dilakukan dengan mengikuti langkah-langkah berikut ini:
1. Pilihlah semua sel yang memuat data-data yang ingin diurutkan.
2. Dari menu Data, klik perintah SOrt. Kotak dialog Sort akan ditampilkan.
3. Pada kotak pilihan Sort by, pilihlah kolom yang menjadi acuan pengurutan.
4. Pilihlah Ascending bila pengurutan dilakukan dari data yang terkecil ke data yang terbesar dan pilihlah Descending bila urutan dilakukan dari data yang terbesar ke data yang terkecil.
5. Pada bagian pilihan My data range has, pilihlah Header row jika judul kolom pada langkah 1 ikut dipilih dan pilihlah No header row jika pada langkah 1 judul kolom tidak ikut dipilih.
6. Klik tombol OK.

Mengurutkan Data Berdasarkan Dua atau Tiga Kolom
Mengurutkan Data dengan acuan beberapa kolom dilakukan dengan langkah-langkah berikut ini:
1. Pilih sel-sel yang memuat data yang akan diurutkan.
2. Dari menu Data, klik perintah Sort. Kotak dialog Sort akan ditampilkan.
3. Pada pilihan Sort by, pilih kolom acuan pertama, kemudian pilih tipe pengurutan (Ascending atau Descending).
4. Pada pilihan Then by, pilih kolom acuan kedua, kemudian pilih tipe pengurutan.
5. Pada pilihan Then by berikutnya, pilih kolom acuan ketiga, kemudian pilih tipe pengurutan.
6. Pada bagian My list has, pilihlah Header row jika sel yang memuat judul kolom ikut dipilih dan sebalinya, pilihlah
No header row jika sel yang memuat judul kolom tidak ikut dipilih.
7. Klik tombol OK.

Mengurutkan Data Berdasarkan Bulan/Hari
Pengurutan data berdasarkan bulan atau hari dapat dilakukan dengan langkah-langkah berikut ini:
1. Pilihlah sel yang memuat data yang akan diurutkan.
2. Dari menu Data, klik perintah Sort. Kotak dialog Sort akan ditampilkan
3. Pilihlah kolom yang memuat nama Bulan yang menjadi acuan pada kotak pilihan Sort by dan tipe pengurutan Ascending.
4. Klik tombol Options. Kotak dialog Sort Options akan ditampilkan.
5. Pilihlah Januari, Februari, Maret, ... , dst.., pada kotak pilihan First sort order.
6. Klik tombol OK. Kotak Sort Options akan ditutup.
7. Klik tombol OK.

MENYARING DATA
==============

Menyaring Data Terbesar atau Terkecil
Berikut adalah langkah-langkah untuk menampilkan data terbesar atau terkecil.
1. Pilihlah data yang akan disaring.
2. Dari menu Data, pilihlah Filter. Klik perintah AutoFilter. Pada setiap kolom data akan tampak tanda panah ke bawah.
3. Klik tanda panah pada kolom Jumlah, klik Top 10. Kotak dialog Top 10 AutoFilter akan ditampilkan.
4. Pada kotak pilihan Show, pilihlah Top untuk menampilkan data terbesar atau pilihlah Bottom untuk menampilkan data terkecil
5. Masukkan jumlah data terbesar atau terkecil yang ingin ditampilkan (misalnya, 300 data).
6. Klik tombol OK. Data yang dipilih akan disaring berdasarkan pilihan yang sudah dibuat.

Menyaring Data dengan Besar Tertentu
Langkah menyaring data denga nilai tertentu adalah sebagai berikut:
1. Pilihlah sel yang meuat data yang akan disaring.
2. Dari menu Data, pilihlah Filter, kemudian klik AutoFilter.
3. Klik tanda panah pada kolom yang dijadikan dasar penyaringan.
4. Pilihlah data yang sesuai dengan nilai yang dicari. Semua data dengan nilai yang dipilih akan ditampilkan.

Menyaring Data Lebih Besar arau Lebih Kecil dari Nilai Tertentu
Langkah-langkah untuk melakukannya adalah sebagai berikut:
1. Pilihlah sel yang memuat data yan gkan disaring.
2. Dari menu Data, pilih Filter, kemudian klik AutoFilter.
3. Klik tanda panah pada kolom yang dijadikan dasar penyaringan, klik Custom. Kotak dialog Custom AutoFilter akan ditampilkan
4. Pada kotak daftar pilihan yang pertama, klik tanda panah ke bawah dan pilih is greater than.
5. Pada kotak di sampingnya ketik nilai data yang akan menjadi batas penyaringan.
6. Klik tombol OK.
Apabila kita ingin menampilkan data yang bernilai lebih besar atau sama dengan, pilihan yang harus dibuat adalah
is greater than or equal to. Sebaliknya, apabila kita ingin menyaring data dengan nilai yang lebih kecil dari nilai tertentu,
pilihan yang harus dibuat adalah is less than. Apabila kita ingin menyaring data dengan nilai lebih kecil atau sama dengan
nilai tertentu, pilihan yang harus dibuat adalah is less than or equal to.

Menyaring Data di antara Dua Angka Tertentu
Langkah-langkah untuk melakukannya adalah sebagai berikut:
1. Pilihlah sel yang memuat data yang akan disaring.
2. Dari menu Data, pilihlah FIlter, kemudain klik AutoFilter.
3. Klik tanda panah pada kolom yang dijadinan dasar penyaringan, pilih Custom. Kotak dialog Custom AutoFilter akan ditampilkan
4. Pada kotak pilihan, pilihlah is greater then dan kemudain masukkan batas bawah nilai penyaringan (pada kasus ini 20).
5. Pada kotak pilihan kedua, pilihlah And.
6. Pada kotak pilihan kedua, pilihlah is less than or equal to, dan kemudian masukkan batas atas nilai penyaringan (pada kasus
ini 25).
7. Klik tombol OK.
Penyaringan tersebut akan menampilkan semua data dengan nilai lebih besar dari batas bawah penyaringan dan lebih kecil atau
sama dengan batas atas nilai penyaringan (lebih besar dari 21 dan lebih kecil atau sama dengan 25).

Menyaring Data Teks
Ada beberapa pilihan batasan penyaringan yand dapat digunakan untuk melakukan penyaringan pada data yang berbentuk teks,
antara lain:
- begins with : menampilkan data yang dimulai dengan karakter yang sama dengan karakter yang ditentukan.
- does not begin with: menampilkan data yang dimulai dengan karakter yang tidak sama dengan karakter yang ditentukan.
- ends with : menampilkan data teks yang mempunyai karakter terakhir yang sama dengan karakter yang ditentukan.
- does not ends with : menampilkan data teks yang mempunyai karakter terkahir yang tidak sama dengan karakter yang ditentukan
- contains : menampilkan data yang mempunyai karakter yang sama dengan karakter yang ditentukan.
Langkah-langkah untuk menyaring data berbentuk teks adalah sebagai berikut:
1. Pilihlah sel yang memuat data yang akan disaring.
2. Dari menu Data, pilihlah Filter, kemudian klik AutoFilter.
3. Klik tanda panah di kolom yang menjadi dasar penyaringan, pilihlah Custom.
4. Pada kotak pilihan pertama, pilihlah begins with, masukkan karakter yang menjadi batasan penyaringan (karakter H).
5. Pada pilihan And dan Or, pilihlah Or.
6. Pada kotak pilihan kedua, pilihlah begins with, masukkan karakter yang menjadi batasan penyaringan (karakter R).
7. Klik tombol OK.
Penyaringan di atas akan menampilkan semua data yang dimulai dengan huruf H atau huruf R.

Kelas 8 (Bab 9)

Bab 9

Rumus dan Fungsi untuk Memanipulasi Data

Topik Dibahas:

9.1 Melakukan Perhitungan

9.2 Menggunakan Berbagai Fungsi

9.1 Melakukan Perhitungan

Tujuan:

1. Kelas 8 tahu jenis operasi di Excel

2. Kelas 8 kenal & menggunakan operator di Excel

3. Kelas 8 tahu tingkatan operator Excel dan pengaturan operasi u/ dapatkan operasi diinginkan

4. Kelas 8 tahu berbagai bentuk acuan di Excel

5. Kelas 8 bisa gunakan rumus u/ perhitungan

6. Kelas 8 bisa gunakan fungsi di rumus2 perhitungan

Pengertian Rumus: suatu bentuk perhitungan yang dibuat oleh kita sendiri dengan tujuan tertentu, misalnya menjumlahkan, mengurangkan, dan mengalikan. Melalui rumus ini, kita dapat memasukkan data dengan menggunakan Operator Hitung (operator aritmatik) dll.

9.1.1 Berbagai Jenis Operator

Operator Aritmatika

Simbol Operator

Operasi

Contoh

Hasil

+

Penjumlahan

=9+10

19

-

Pengurangan

=10-4

6

-

Negasi

=-8

-8

*

Perkalian

=2*6

12

/

Pembagian

=8/4

2

^

Pangkat/Eksponensial

=2^3

8

%

Persentase

=40%

0,4

&

Penggabungan

=456&12

45612

Jangan lupa mengetikkan ‘=’ untuk mendapatkan seperti kolom Hasil diatas.

Operator Perbandingan

Tipe Perbandingan

Simbol

Contoh

Hasil

Sama dengan

=

=12=24

False

Lebih besar dari

>

=23>15

True

Lebih kecil dari

<

=9<6

False

Lebih besar sama dengan

>=

=15>=10

True

Lebih kecil sama dengan

<=

=13<=12

False

Tidak sama dengan

<>

=13<>12

True

Operator Penggabungan Teks

Fungsi: untuk menggabungkan dua kata yang bertipe teks (string). Simbol operatornya menggunakan ampersand (&).

A

B

C

1

Kata 1

Kata 2

Hasil Penggabungan

2

Angin

Laut

AnginLaut

3

Buaya

Darat

BuayaDarat

Kolom C baris ke 2 (C2) adalah penggabungan data kolom A2 dengan data kolom B2 penulisan rumusnya adalah =A2&B2

Spasi juga bisa ditambah diantara kedua kata yang digabung dengan rumus =A2&” “&B2 bila rumus ini ditulis di kolom C baris ke 2 (C2) maka hasilnya seperti di C2 pada kolom di bawah.

A

B

C

1

Kata 1

Kata 2

Hasil Penggabungan

2

Angin

Laut

Angin Laut

3

Buaya

Darat

Buaya Darat

Fungsi: Menggabungkan selang sel yang terlibat dalam perhitungan.

Operator

Arti

Contoh

Titik dua (:)

Operator jangkauan, menghasilkan satu acuan dari semua sel di antara dua acuan, termasuk kedua acuan tersebut.

A2:A12

Koma (,)

Operator penyatuan, menggabungkan banyak acuan-acuan menjadi satu acuan.

SUM(B5:B15,D5:D15)

(spasi)

Operator perpotongan, mengacu kepada sel yang menjadi perpotongan antara dua acuan.

(B7:D7 C6:C8)

9.1.2 Membuat Rumus

Rumus di Excel selalu dimulai dengan tanda (=). Tanda sama dengan tersebut mengatakan kepada excel bahwa karakter2 selanjutnya merupakan sebuah rumus. Karakter yang mengikuti tanda sama dengan tersebut adalah elemen-elemen untuk dihitung, yang dipisahkan dengan operator-operator perhitungan.

=3+4*2

Penjelasan: = à awal menulis rumus

3,4,2 à konstanta

+, * à operator

A

B

1

120

=A1+5

2

15

=A1-A2

3

45

=A1*A2

Penjelasan:

Rumus di tabel atas adalah menggunakan acuan, yaitu nilai dari sel yang menjadi acuannya.

=A1+5, kolom A baris 1 ditambah dengan 5 hasil 125

=A1-A2, kolom A baris 1 dikurangi dengan kolom A baris 2 hasil 105

=A1*A2, kolom A baris 1 dikalikan dengan kolom A baris 2 hasil 1800

9.1.3 Mengatur Operasi di Rumus Excel

Bila ada beberapa operator dalam 1 rumus, Excel akan mengeksekusi operator yg tingkatannya lebih tinggi. Bila ada operator dengan tingkatan yg sama (mis: * dan /) Excel akan melakukan operasi dari kiri ke kanan.

Operator

Keterangan

(:), (spasi), (,)

Operator-operator acuan

-

Tanda negatif

%

Persentase

^

Pemangkatan

* dan /

Perkalian dan pembagian

+ dan -

Penambahan dan pengurangan

&

Menggabungkan dua string

= < > <= >= <>

Perbandingan

Menggunakan Tanda Kurung

Tanda kurung memberi tahu kepada Excel agar melakukan operasi di dalam tanda kurung terlebih dahulu baru kemudian operasi yang lain.

=5+2*3 hasilnya 11

=(5+2)*3 hasilnya 21

Penjelasan: - rumus yang pertama operator * [2*3] dieksekusi terlebih dahulu kemudian

operator + [5 + hasil dari operasi * [perkalian] yaitu [2*3].

- rumus yang kedua operasi tanda kurung di eksekusi terlebih dahulu oleh

Excel kemudian mengeksekusi operator di luar tanda kurung.

Menggunakan Acuan

Acuan adalah mengidentifikasi sebuah sel / kumpulan dari sebuah lembaran kerja.

Sel acuan

Gunakan

Sel di kolom C baris 9

C9

Selang sel di kolom C baris 5 sampai 20

C5:C20

Selang sel di batis 5 dan kolom A sampai D

A5:D5

Semua sel di batis 5

5:5

Semua sel di baris 5 sampai 10

5:10

Semua sel di kolom L

L:L

Semua sel di kolom L sampai dengan K

L:K

Selang sel di kolom A sampai C dan baris 5 sampai 10

A5:C10

Mengopy Rumus

Kelebihan Excel dalam perhitungan adalah cukup menuliskan rumus 1 kali, kemudian mengopikan rumus tersebut ke sel lain.

Misalnya, ada data nilai TIK di sel B2 s/d B12 dan nilai MTK di sel C2 s/d C12. Kemudian menghitung jumlah kedua nilai tsb di sel D2 s/d D12. Cukup ketik rumus 1 kali kemudian copy kebawah (D3 s/d D12).

Langkah-langkah:

Untuk lebih jelasnya kalian lihat Buku Cetak TIK Bab 9 Hal. 147

9.1.6 Acuan Mutlak dan Acuan Relatif

Acuan Relatif

Adalah acuan yang berubah secara otomatis bila sel tempat rumus digunakan berubah. Jika posisi sel berubah, sel yang menjadi acuan juga berubah.

Acuan relatif / alamat relatif yaitu alamat sel berubah jika di-copy.

Acuan Mutlak (penulisannya didahului dengan simbol ‘$’ tanpa tanda petik.)

Adalah acuan di rumus yang tidak berubah, meskipun sel tempat rumus digunakan berubah.. acuan sel mutlak dalam rumus, seperti $A$1 selalu mengacu kepada satu sel tertentu.

Acuan mutlak / alamat absolut yaitu alamat sel tidak berubah jika di-copy.

Acuan Campuran

Adalah acuan yang memadukan acuan relatif dengan acuan mutlak.

Ada 4 macam cara untuk memasukkan alamat sel di dalam rumus yang dimasukkan ke dalam suatu sel atau range:

  1. Absolut Kolom dan Absolut Baris, misalnya $A$1, $F$6, dll.
  2. Absolut Baris dan Relatif Kolom, misalnya A$1, F$6, dll.
  3. Absolute Kolom dan Relatif Baris, misalnya $A1, $F6, dll.
  4. Relatif Kolom dan Relatif Baris, misalnya A1, F6, dll.

9.2 Menggunakan Fungsi (Function)

Fungsi adalah rumus yang sudah didefinisikan untuk mencari nilai tertentu dengan menggunakan data atau kumpulan data yang ada atau biasa disebut dengan argumen.

Pengertian lain Fungsi adalah rumus siap pakai yang digunakan sebagai alat untuk membantu proses perhitungan.

Di bawah ini beberapa kelompok fungsi:

- Fungsi yang paling terakhir digunakan (most recently used);

- Fungsi keuangan (fiinancial);

- Fungsi tanggal dan waktu (date & time);

- Fungsi matematika dan trigonometri (math & trig);

- Fungsi statistika (statistical);

- Fungsi pembacaan table dan referensi (lookup & reference);

- Fungsi logika (logical);

- Fungsi teks (text);

- Fungsi database (database);

- Fungsi informasi (information).

Di bawah ini adalah struktur penulisan sebuah fungsi:

=NamaFungsi(Argumen1, Argumen2)

Nama fungsi misalnya fungsi AVERAGE untuk menhitung nilai rata-rata dan fungsi SUM untuk mencari jumlah.

Argumen-argumen terdiri dari bilangan-bilangan, nilai-nilai logika, seperti TRUE atau FALSE, array-array, sel-sel acuan, dll. Argumen juga terdiri dari konstanta-konstanta, rumus-rumus, atau fungsi2 yang lain.